Jumat, 12 Juni 2026
Daerah

Wabup Sintang Minta Perusahaan Sawit Ikut Tanggung BPJS Pekerja Melalui CSR

SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Florensius Ronny, meminta perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sintang ikut berperan aktif membantu perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat pekerja pra sejahtera melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Permintaan itu disampaikan saat launching perlindungan jaminan sosial tenaga kerja bagi 4.500 pekerja sawit di Pendopo Bupati Sintang, Senin (25/5/2026). Menurutnya, kemampuan pemerintah daerah masih sangat terbatas untuk menjangkau seluruh pekerja rentan yang membutuhkan perlindungan.

“Kalau hari ini dari DBH sawit kita melindungi 4.500 orang pekerja, maka hanya sekitar 10 persen saja yang bisa kita lindungi. Masih ada 90 persen yang layak tetapi belum tercover,” ujar Florensius Ronny.

Ia menyebut terdapat sekitar 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Sintang dan dinilai mampu membantu pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat sekitar melalui dana CSR perusahaan.

“Maka kami mohon perusahaan untuk membantu mengcover yang belum. Paling tidak 44 perusahaan perkebunan kelapa sawit bisa bantu melalui CSR untuk 10 ribu orang pekerja,” katanya.

Ronny bahkan meminta setiap perusahaan dapat menanggung sedikitnya 300 pekerja setiap tahun. Menurutnya, biaya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dibanding dampak perlindungan yang diterima masyarakat.

“Saya minta setiap perusahaan menanggung 300 orang pekerjanya yang setara dengan sekitar Rp40 jutaan per tahun,” tegasnya.

Selain mendorong keterlibatan perusahaan, Florensius Ronny juga menyatakan komitmen pribadi bersama Bupati Sintang untuk ikut membantu pembiayaan BPJS pekerja rentan. Ia menyebut Bupati Sintang akan membantu 100 orang setiap tahun, sementara dirinya siap menanggung 75 orang.

Ia menilai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting karena iuran per orang hanya sekitar Rp18 ribu per bulan, namun manfaat yang diterima masyarakat sangat besar ketika terjadi kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.

“Saya berharap ada strategi agar 45 ribu orang bisa dicover semuanya setiap tahun. Selama ini sistem pembayarannya susah, jadi ke depan harus dipermudah, misalnya bekerja sama dengan CU dan sebagainya,” pungkas Florensius Ronny. (PRD)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *