Jumat, 10 Juli 2026
Daerah

Yohanes Rumpak Minta PLN Terbuka Soal Penyebab Pemadaman Listrik di Sintang

SINTANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, meminta pihak PLN memberikan penjelasan secara terbuka terkait seringnya pemadaman listrik yang terjadi di Kabupaten Sintang dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui penyebab gangguan tersebut sekaligus memperoleh informasi jadwal pemadaman agar dapat melakukan antisipasi.

Yohanes menilai kondisi kelistrikan saat ini berbeda dibanding beberapa tahun terakhir yang relatif lebih stabil. Karena itu, ia berharap ada penjelasan resmi dari PLN mengenai faktor yang menyebabkan pasokan listrik kembali terganggu.

“Saya berharap PLN dapat menyampaikan kepada masyarakat apa sebenarnya penyebab seringnya pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini. Sudah cukup lama kita menikmati pasokan listrik yang stabil, sehingga kondisi sekarang tentu menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat,” ujar Yohanes. pada (3/7/2026).

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sintang itu mengatakan, keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat memahami persoalan yang sedang dihadapi penyedia layanan listrik.

Ia mempertanyakan apakah gangguan tersebut disebabkan oleh keterbatasan pasokan bahan bakar pembangkit, berkurangnya kapasitas produksi listrik, atau adanya kerusakan pada salah satu unit pembangkit.

“Kalau memang ada kendala, apakah karena pasokan batu bara atau BBM, kekurangan kapasitas pembangkit, atau ada unit PLTU yang mengalami kerusakan. Hal-hal seperti ini perlu dijelaskan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi. Yang paling penting, persoalan tersebut harus segera ditangani,” katanya.

Menurut Yohanes, pemadaman listrik yang berlangsung berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap sektor usaha dan pelayanan sehari-hari yang kini sangat bergantung pada energi listrik.

“Pemadaman yang terus terjadi tentu berdampak pada dunia usaha maupun kehidupan masyarakat. Saat ini hampir semua aktivitas rumah tangga, mulai dari penyediaan air, memasak hingga berbagai kebutuhan lainnya, sangat bergantung pada listrik. Karena itu saya berharap penanganannya bisa dilakukan secepat mungkin,” tegasnya.

Selain meminta percepatan penanganan gangguan, Yohanes juga mendorong PLN agar lebih transparan dalam menyampaikan informasi mengenai jadwal pemadaman bergilir apabila memang harus dilakukan.

Menurutnya, pemberitahuan lebih awal akan membantu masyarakat maupun pelaku usaha menyesuaikan aktivitas sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

“PLN perlu menyampaikan informasi secara terbuka mengenai wilayah yang akan mengalami pemadaman beserta waktunya. Kalau memungkinkan, jadwal tersebut sudah diumumkan tiga sampai lima hari sebelumnya agar masyarakat memiliki waktu untuk bersiap,” ungkapnya.

Yohanes berharap PLN dapat segera memulihkan kondisi kelistrikan di Kabupaten Sintang sehingga pasokan listrik kembali normal dan aktivitas masyarakat dapat berjalan tanpa terganggu oleh pemadaman yang berulang. (PRD)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *