Jumat, 12 Juni 2026
Daerah

Lasarus Ajak Generasi Dayak Berani Bersaing, Jangan Terjebak “Katak dalam Tempurung

MELAWI – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Melawi ke-18 Tahun 2026 di Stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan, Nanga Pinoh, Kamis (28/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Lasarus menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda Dayak agar terus meningkatkan kualitas diri dan berani bersaing di tingkat yang lebih luas.

Kedatangan Lasarus disambut hangat oleh masyarakat dan para tokoh adat. Ia mengikuti prosesi penyambutan adat berupa pemotongan ompong, pengalungan syal Dayak, tarian adat, hingga tradisi minum tuak sebagai bentuk penghormatan dalam budaya Dayak.

Pembukaan Gawai Dayak ditandai dengan pemukulan gong sebanyak 18 kali oleh Lasarus. Meski hujan mengguyur lokasi acara, masyarakat tetap memadati arena kegiatan hingga acara berlangsung dengan meriah.

Dalam sambutannya, Lasarus mengajak masyarakat Dayak untuk terus menjaga persatuan, melestarikan budaya, dan tidak takut menghadapi berbagai tantangan zaman.

Selain menekankan pentingnya persatuan, Lasarus juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar tidak cepat merasa puas dengan pencapaian yang ada. Ia mengingatkan bahwa dunia di luar lingkungan tempat tinggal mereka jauh lebih luas dan penuh peluang yang bisa diraih melalui pendidikan, kerja keras, dan kemampuan diri.

Dalam kesempatan itu, Lasarus mengutip pesan mantan Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis, yang selama ini menjadi pegangan dalam perjalanan hidupnya.

“Saya masih ingat pesan Pak Cornelis, teriak kau kencang, tapi usahakan kedengaran dari luar. Kalau tidak kedengaran dari luar, kau seperti katak dalam tempurung,” kata Lasarus.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna agar generasi muda Dayak tidak hanya merasa hebat di lingkungan sendiri, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan dan prestasi di tingkat yang lebih luas.

“Jangan sampai kita merasa sudah besar padahal dunia di luar sana jauh lebih luas. Kita harus terus belajar, menambah pengalaman, meningkatkan pendidikan, dan berani bersaing. Dengan begitu, orang Dayak bisa berdiri sejajar dengan siapa saja,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Dayak memiliki potensi besar untuk meraih berbagai prestasi dan posisi penting di tingkat nasional apabila memiliki kualitas, kompetensi, serta kemauan untuk terus berkembang.

Lasarus juga mengajak generasi muda memanfaatkan masa muda dengan kegiatan yang positif dan produktif.

“Kalau mau jadi polisi, fisik harus bagus dan otak harus cerdas. Mau jadi tentara juga begitu. Isi masa muda dengan hal-hal yang berkualitas karena itu yang menentukan masa depan kita,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Gawai Dayak Kabupaten Melawi XVIII, Saleh Tapa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Lasarus terhadap pelaksanaan Gawai Dayak tahun ini.

Menurut Saleh, perhatian Lasarus terhadap kegiatan adat dan budaya Dayak tidak hanya ditunjukkan melalui kehadirannya dalam acara pembukaan, tetapi juga melalui bantuan yang diberikan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Lasarus atas dukungan dan perhatian yang diberikan. Bantuan sebesar Rp50 juta yang beliau berikan sangat membantu panitia dalam menyukseskan pelaksanaan Gawai Dayak Melawi tahun ini,” kata Saleh.

Ia berharap Gawai Dayak tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan masyarakat serta mendorong lahirnya generasi Dayak yang berprestasi, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (PRD)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *