Jumat, 21 Agustus 2026
Daerah

Kades Nyangkom Imbau Warga Waspada Karhutla Selama Musim Kemarau

SINTANG – Kepala Desa Nyangkom, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Albertus Herkolanus, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan pada Jumat (7/8/2026) sebagai upaya mencegah terjadinya kebakaran yang dapat merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.

Albertus mengatakan, cuaca panas yang terjadi selama musim kemarau membuat hutan, lahan, rumput, dan semak menjadi sangat kering sehingga api lebih mudah menyebar. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan saat beraktivitas di hutan, pergi ke ladang, maupun bekerja di kawasan perkebunan kelapa sawit.

“Saya mengajak seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Jangan membuang puntung rokok sembarangan saat berada di hutan, di ladang, maupun ketika bekerja di perkebunan sawit. Kelalaian sekecil apa pun bisa memicu kebakaran yang berdampak luas,” ujar Albertus.

Selain itu, Albertus mengimbau masyarakat dari luar Desa Nyangkom yang hendak mencari ikan di wilayah Desa Nyangkom agar terlebih dahulu melapor atau meminta izin kepada pemerintah desa. Imbauan tersebut berlaku bagi masyarakat yang melakukan aktivitas memancing, menyelam ikan, mansai, maupun memasang bubu di sungai. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan agar pemerintah desa mengetahui keberadaan para pencari ikan sehingga aktivitas mereka dapat berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan api sembarangan saat beristirahat, baik ketika mencari ikan, bekerja di ladang, maupun saat berada di kawasan hutan dan perkebunan. Bara api yang dibiarkan tanpa pengawasan dapat dengan cepat membakar rumput dan semak yang kering, lalu menyebar menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Bagi masyarakat dari luar Desa Nyangkom yang ingin mencari ikan di wilayah kami, mohon terlebih dahulu melapor kepada pemerintah desa. Saya juga mengingatkan agar tidak menyalakan api sembarangan saat beristirahat di hutan, di ladang, maupun di sekitar perkebunan. Mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran selama musim kemarau,” tegasnya.

Selain mengingatkan bahaya karhutla, Albertus juga mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, kondisi jalan di Desa Nyangkom yang dikelilingi kawasan perkebunan kelapa sawit menjadi cukup berdebu saat musim kemarau. Karena itu, masyarakat yang bepergian dianjurkan menggunakan masker agar terhindar dari debu yang dapat mengganggu kesehatan.

“Saya juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat bepergian karena kondisi jalan cukup berdebu. Mari kita bersama-sama menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, serta segera melapor kepada pemerintah desa atau pihak terkait apabila melihat adanya titik api agar dapat segera ditangani,” pungkas Albertus. (PRD).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *