SINTANG – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Senentang bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang, Jumat (12/6/2026) sore.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sintang Florensius Ronny, Sekretaris Daerah Kartiyus, Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo, unsur Forkopimda, Ketua Komisi A DPRD Sintang Santosa, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Sementara dari kalangan mahasiswa hadir perwakilan dari lima perguruan tinggi yang berada di Kota Sintang.
Dalam kesempatan itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait pembangunan daerah. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain peningkatan akses pendidikan dan kesehatan hingga ke wilayah terpencil, evaluasi kebijakan zonasi penerimaan peserta didik baru, penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemerataan tenaga kesehatan, serta peningkatan fasilitas pendidikan dan kesejahteraan guru.

Mahasiswa juga mengusulkan adanya ruang dialog yang lebih terbuka antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, sekaligus meminta tindak lanjut terhadap aspirasi yang disampaikan.
Menanggapi hal tersebut, Gregorius Herkulanus Bala mengapresiasi cara mahasiswa menyampaikan pendapat secara santun dan konstruktif.
“Saya bangga dengan mahasiswa dan kampus-kampus yang ada di Sintang. Aspirasi disampaikan dengan cara yang elegan, santun, dan mengedepankan intelektualitas. Kehadiran kalian hari ini menunjukkan kualitas generasi muda yang patut diapresiasi,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin memberikan janji yang sulit direalisasikan dalam waktu singkat.
“Saya ingin jujur bahwa tidak semua tuntutan bisa dipenuhi dalam waktu 60 hari. Setiap program pembangunan membutuhkan proses perencanaan dan penganggaran yang harus dilalui sesuai ketentuan,” katanya.

Menurut Gregorius, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pembangunan. Namun demikian, Pemkab Sintang terus berupaya memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
“Kami terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk memperjuangkan pembangunan di Sintang. Sejumlah program perbaikan jalan dan sekolah sudah berjalan maupun akan dilaksanakan. Kami memastikan pembangunan daerah tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Di akhir pertemuan, Gregorius berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dapat terus terjalin. Ia membuka ruang diskusi yang lebih luas agar berbagai masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memajukan Kabupaten Sintang. (PRD)
