MELAWI – Tokoh budaya Dayak sekaligus pimpinan Sabang Merah Borneo, Petrus Sabang Merah, menghadiri pembukaan Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Melawi ke-18 yang berlangsung di Nanga Pinoh, Kamis (28/5/2026).
Kehadiran Petrus menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan pesta adat tahunan masyarakat Dayak yang menjadi wadah pelestarian budaya, penguatan identitas, serta mempererat persaudaraan antarsuku dan umat beragama di Kabupaten Melawi.
Dalam kesempatan tersebut, Petrus Sabang Merah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh masyarakat Dayak yang merayakan Gawai Dayak ke-18. Ia berharap momentum budaya tersebut dapat terus menjadi sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Saya, Petrus Sabang Merah selaku pimpinan Sabang Merah Borneo, mengucapkan selamat Pekan Gawai Dayak Kabupaten Melawi ke-18. Dayak hebat, Dayak bermartabat. Kita harus terus menjaga adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan para leluhur,” ujarnya.
Petrus juga mengajak masyarakat Dayak untuk terus meningkatkan kapasitas diri sehingga mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan akar budaya yang dimiliki. Menurutnya, masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial dan keberagaman yang menjadi kekuatan bangsa.
Ia menegaskan bahwa semangat Gawai Dayak bukan hanya tentang perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkokoh toleransi serta mempererat hubungan antarmasyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
“Melalui Gawai Dayak, mari kita terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memperkuat toleransi antarumat beragama, antarras, antarsuku, dan antarbudaya. Kebersamaan adalah modal utama untuk membangun daerah yang maju dan damai,” katanya.
Diketahui, Sabang Merah Borneo merupakan organisasi masyarakat adat Dayak di Kalimantan Barat yang bergerak dalam bidang pelestarian budaya, penguatan persatuan masyarakat adat, serta menjaga sejarah dan kearifan lokal Dayak agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Organisasi tersebut dipimpin oleh tokoh budaya Dayak, Petrus Sabang Merah, yang selama ini aktif mendorong pelestarian nilai-nilai adat dan budaya di Kalimantan Barat. (PRD)
