SINTANG – Kepedulian dan semangat kebersamaan ditunjukkan masyarakat Desa Nanga Tempunak dan Tempunak Kapuas, Kecamatan Tempunak, dengan bergotong royong memperbaiki jalan longsor yang menjadi akses utama menuju SMA Negeri 1 Tempunak dan SMP Negeri 1 Tempunak.
Kerusakan jalan akibat longsor tersebut sempat menghambat aktivitas warga, terutama para pelajar yang setiap hari melintasi jalur itu untuk berangkat ke sekolah. Tidak ingin akses pendidikan terganggu terlalu lama, masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan langsung bergerak melakukan perbaikan darurat secara swadaya.
Dalam kegiatan tersebut, warga terlihat bersama-sama menyusun kayu dan papan untuk membangun jalur sementara agar kendaraan dan masyarakat tetap dapat melintas dengan aman. Meski dikerjakan dengan peralatan sederhana, semangat gotong royong masyarakat tampak begitu kuat.
Camat Tempunak, Fransiskus Sumadi mengatakan jalan tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat dan para pelajar di wilayah Tempunak.
“Jalan ini menjadi akses utama anak-anak menuju SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Tempunak. Karena itu masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan bergerak cepat melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat dan pendidikan tetap berjalan lancar,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp pada Sabtu (23/5/2026).
Ia menjelaskan, material untuk pembangunan jalur darurat berasal dari donasi masyarakat, dukungan pihak kecamatan, serta bantuan dari Pemerintah Desa Nanga Tempunak. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh warga dua desa.
Kegiatan tersebut dikoordinir langsung oleh Kepala Desa Nanga Tempunak, Syafaruddin. Menurut Fransiskus Sumadi, keterlibatan kepala desa di lapangan menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk ikut membantu.
Ia juga mengapresiasi kekompakan warga yang tetap menjaga budaya gotong royong demi kepentingan bersama.
“Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dipertahankan. Dengan gotong royong, pekerjaan berat bisa diselesaikan bersama dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tutupnya.
