Jumat, 18 September 2026
Daerah

Kemarau panjang, Kades Tuguk Imbau Warga Tidak Membakar Lahan, Waspadai Ancaman Karhutla.

SINTANG – Kepala Desa Tuguk, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang, Alexander Corbin, mengimbau seluruh masyarakat di wilayah Desa Tuguk agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering saat ini.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar aktivitas masyarakat tidak memicu terjadinya kebakaran yang dapat meluas dan merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan kesehatan.

Corbin meminta masyarakat, dalam kondisi alam saat ini musim kemarau ekstrim jangan dulu membakar lahan pertanian maupun perkebunan. Menurutnya, pembakaran lahan yang tidak terkendali sangat berisiko merembet karena kondisi vegetasi dan lahan yang kering.

“Dengan ini saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Tuguk, berhubung saat ini musim kemarau panjang, agar tidak membakar lahan untuk pertanian, perkebunan atau untuk apapun karena bisa menimbulkan bencana kebakaran lahan dan hutan” ujar Alexander Corbin, Senin (31/8/2026).

Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak menyalakan api tanpa keperluan yang jelas, terutama ketika berada di kawasan hutan, kebun, maupun lokasi yang banyak terdapat bahan mudah terbakar. Kalau memang terpaksa membuat api untuk memasak, setelah selesai harus benar-benar dipadamkan dan disiram dengan air sebelum meninggalkan lokasi atau pondok.

Corbin juga memberikan perhatian dan himbauan khusus kepada masyarakat dari desa-desa lain yang datang ke wilayah Desa Tuguk untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti mencari ikan, berburu, berkebun, maupun kegiatan lainnya.

Ia mengimbau agar siapa pun yang beraktivitas di wilayah Desa Tuguk turut menjaga keamanan lingkungan dan tidak meninggalkan api yang masih menyala.

“Bagi masyarakat dari desa lain yang datang ke wilayah Desa Tuguk untuk mencari ikan atau melakukan aktivitas lainnya, saya juga mengimbau agar berhati-hati dengan api, tidak boleh menyakakan api di lokasi/hutan” tegasnya.

Menurut Corbin, hal-hal kecil seperti puntung rokok yang masih menyala atau api bekas memasak yang ditinggalkan begitu saja dapat menjadi sumber kebakaran ketika mengenai rumput, semak belukar atau lahan yang kering.

Ia berharap pencegahan karhutla menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa. Seluruh masyarakat, termasuk warga dari luar Desa Tuguk yang beraktivitas di wilayah tersebut, diharapkan ikut menjaga lingkungan.

“Kepada seluruh masyarakat, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak menghidupkan api sembarangan di hutan agar tidak menimbulkan bahaya kebakaran hutan. Saat ini jangan kita berharap pihak pemerintah atau pihak lain yang menjaga wilayah kita, tetapi kitalah yang menjaga diri kita sendiri dan lingkungan kita,” pungkasnya.

Corbin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah Desa Tuguk agar tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus menjaga kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan di tengah musim kemarau panjang. (PRD)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *