Jumat, 12 Juni 2026
Daerah

Jembatan Sungai Pembunuh 4 Ambruk Saat Dilintasi Truk, Akses Vital Serawai Lumpuh

SINTANG – Jembatan Sungai Pembunuh 4 yang berada di kawasan pusat Kecamatan Serawai, Kabupaten Sintang, dilaporkan ambruk pada Minggu (7/6/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat sebuah truk melintas di atas jembatan, sehingga kendaraan itu ikut terperosok ketika struktur jembatan runtuh.

Kejadian ini sontak menjadi perhatian masyarakat mengingat jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan aktivitas warga di wilayah Serawai.

Anggota DPRD Kabupaten Sintang dari Daerah Pemilihan Serawai–Ambalau, Honoratus Guntur, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan kondisi jembatan memang telah mengalami kerusakan dalam kurun waktu yang cukup lama dan membutuhkan penanganan secepatnya.

Menurut Guntur, upaya perbaikan sebenarnya telah diusulkan sebelumnya melalui program pokok pikiran (pokir) DPRD. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sintang telah melakukan survei lapangan sebagai bagian dari proses tindak lanjut usulan tersebut.

Namun, hingga saat kejadian terjadi, proses penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) belum rampung. Sementara itu, kondisi fisik jembatan terus mengalami penurunan hingga akhirnya tidak mampu lagi menahan beban dan ambruk.

“Jembatan ini sebelumnya sudah masuk dalam usulan rehabilitasi dan telah disurvei oleh dinas terkait. Karena sekarang kondisinya sudah runtuh, tentu diperlukan perhitungan ulang terkait kebutuhan penanganannya,” ujar Guntur.

Ia menilai kerusakan yang terjadi saat ini kemungkinan akan berdampak pada perubahan kebutuhan anggaran. Jika sebelumnya hanya direncanakan untuk rehabilitasi, maka kini penanganan yang diperlukan bisa lebih besar karena tingkat kerusakan sudah jauh lebih parah.

Untuk itu, Guntur meminta pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait segera mengambil langkah cepat agar akses masyarakat tidak terganggu dalam waktu yang lama.

Ia menegaskan bahwa Jembatan Sungai Pembunuh 4 memiliki peran strategis karena berada di pusat Kecamatan Serawai dan menjadi jalur yang setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas.

“Jembatan ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Kami berharap ada perhatian dan langkah cepat dari pemerintah agar penanganannya dapat segera dilakukan demi kelancaran mobilitas warga,” tegasnya. (PRD)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *